Dulu sektar tahun 1980-an di kabupaten Sumenep Madura Burung Srigunting (mano' teng-ghuntengan) sangat ngetren dan banyak diburu sebagai burung kicau peliharaan. Burung dengan warna bulu hitamnya yang pekat dengan ciri khusus yaitu memiliki
sepasang bulu ekor panjang layaknya ‘gunting’ ini menjadikan burung ini unik sekaligus memiliki daya tarik tersendiri
bagi setiap yang melihatnya.
Tampilkan postingan dengan label sumenep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumenep. Tampilkan semua postingan
Memasarkan Potensi Sumenep Madura Melalui Media Online
Kabupaten Sumenep Madura yang memilki beraneka ragam potensi kekayaan alam dan produk-produk unggulan tentu sangat prospektif bila dimunculkan untuk dikenalkan kepada masyarakat luas melalui media pemasaran online.
Bahasa Kunci Awal Pendidikan Karakter di Sumenep Madura
Di Kabupaten Sumenep Madura pendidikan karakter terhadap anak ternyata sangatlah mudah dan unik. Tradisi berbahasa halus (krama) yang diajarkan oleh orang tua di Sumenep nampaknya memiliki faktor signifikan dan menjadi kunci awal dalam pembentukan karakter atau akhlaq seorang anak.
Akibat Hujan Jalan di Kabupaten Sumenep Madura Kurang Berkwalitas
Heran saja melihat pelaksanaan pembangun infrastruktur di kabupaten Sumenep Madura terutama pembangunan jalan yang selalu bertepatan dengan musim hujan, tapi kalau dilihat dari segi perencanaan kelihatannya ini terus akan berlanjut kalau tidak ada komitmen bersama untuk merubahnya antara DPRD dan Pemerintah Sumenep sebagai pihak perencana dan pelaksana program.
Saatnya Masyarakat Desa Di Sumenep Madura Menuju “Perubahan”
Ada
pertanyaan menarik, benarkah masyarakat desa di kabupaten Sumenep Madura terbelakang..
? Mungkin ada yang menjawab benar, atau mungkin tidak benar bahkan ada yang
menjawab masyarakat desa lebih kritis berfikir dan inovatif.
Ada
pula pertanyaan betulkah masyarakat desa di kabupaten Sumenep memiliki banyak
permasalahan terutama kemiskinan, ada yang bilang betul dengan mendasarkan
kepada laporan data-data angka keluarga miskin mayoritas ada di desa. Tapi apakah
angka-angka itu benar atau jangan-jangan karena pengaruh penentuan kriteria
tingkat kesejahteraan oleh berbagai instansi pemerintah untuk memberikan paket
bantuan sehingga mengakibatkan banyak orang desa di kabupaten Sumenep berbondong-bondang
menyatakan atau dinyatakan dirinya miskin.
Potensi Benih Padi "Mennyan" Sumenep Madura
Kabupaten Sumenep Madura sebenarnya memiliki benih padi
unggul yang tentunya apabila dikembangkan akan menentukan keunggulan varitas
padi yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Varitas padi ini sangat terkenal dikepulauan
kangean yaitu di kecamatan arjasa dan kangayan kabupaten Sumenep. Varitas padi
ini sering disebut beras mennyan (kemenyan) oleh penduduk setempat. Hal ini bias
dibuktikan dengan aroma beras ketika sebelum dan sesudah dimasak dengan
mengeluargan aroma wangi. Tapi keberadaan varitas padi ini kelihatannya sangat
terbatas dan saat ini sudah jarang dijumpai, mungkin karena tidak ada upaya
untuk mengembannya menjadi varitas unggul local yang bisa dibudidayakan dalam
jumlah besar
Kue Khas Sumenep Madura Yang Punah
Satu kue sumenep Madura yang sudah punah, kue ini biasanya dulu ada cuma waktu hari raya idul fitri ya "PHOTHO" namanya. Kue yang terbuat dari tepung beras dan gula itu sudah tak tampak dirumah2 orang sumenep waktu idul fitri. Mungkin kue itu hilang bersama meninggalnya orang2 sepuh pembuatnya yang belum sempat menurunkan resepnya ke anak cucunya. Kue yang sederhana tapi sarat dengan makna.
Apa Kabar Sumenep
Apa kabar Sumenep
Masihkah gula silawanmu rasanya manis
Masihkah garammu rasanya asin
Masihkah tembakaumu berdaun emas
Masihkah sapi-sapimu kuat mebawamu lari ketanah suci
Masihkah ikan-ikanmu beranak pinak dilautmu
Masihkah sang kuda terbang yang gagah perkasa membuka sayapnya mengitari cakrawala
Masihkah gula silawanmu rasanya manis
Masihkah garammu rasanya asin
Masihkah tembakaumu berdaun emas
Masihkah sapi-sapimu kuat mebawamu lari ketanah suci
Masihkah ikan-ikanmu beranak pinak dilautmu
Masihkah sang kuda terbang yang gagah perkasa membuka sayapnya mengitari cakrawala
Ayo Sumenep Songsong Kemandirian Desa dengan BUMDes
Tentu sekarang ini menjadi perbincangan menarik tentang Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes ) yang keberadaannya nantinya diharapkan
mampu menjadi kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. Payung hukum
UU No 6 tahun 2014 tentang Desa atas keberadaan BUMDes sebagai
lembaga pengelola potensi ekonomi desa secara kolektif tentunya
diproyeksikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa, begitu juga di kabupaten Sumenep
Madura.
Madura.
Awasi Dana Jasmas DPRD Sumenep Tahun 2011
Anggota
DPRD Kabupaten Sumenep Madura melalui Perubahan Anggaran Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (PAK APBD) Tahun 2011 mendapatkan alokasi dana biaya penjaringan
aspirasi masyarakat (jasmas) atau dana aspirasi Rp 10 miliar, dimana masing
masing anggota DPR yang berjumlah 50 orang mendapatkan dana Jasmas 200 jutaan.
Mutasi vs Loyalitas di Sumenep Madura
KATA
loyalitas tak jarang menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat dengan
berbagai isu yang mengemuka ke media massa maupun dari mulut ke mulut.
Loyalitas itu juga tak jarang menjadi batu sandungan bagi segelintir pejabat
yang tidak “sama warna” dengan pemimpin tertingginya semisal bupati/walikota
ataupun gubernur dan presiden.
Download MP3 Hadrah Sumenep Madura
Download MP3 hadrah sumenep madura. Sebuah kenyataan banyak orang khususnya orang sumenep apabila mendengar ini pasti dijamin hatinya bergetar dan anggota tubuhnya bergoyang.
Penasaran langsung download disini:
Penasaran langsung download disini:
MASKOT SUMENEP MADURA YANG HAMPIR PUNAH

PT Garam (persero) yang dulu dikenal dengan nama PN Garam Kalianget, nampaknya sekarang sudah menjadi sejarah pahit di kabupaten Sumenep. Entah sejak kapan dia (PN Garam Kalianget) hengkan dari Sumenep Madura.
Mungkin banyak warga Sumenep tidak tahu kenapa dia pergi dan hanya meninggalkan bekas-bekas sejarahnya.
Padahal PT Garam (persero) Kalianget dulunya adalh symbol atau mascot kabupaten Sumenep sebagai daerah pengasil garam. Dula kalau orang tanya dimana kota garam, pasti jawabnya Sumenep. Jelas sangat membanggakan. Tapi sekarang tidak lagi, karena sebagai mascot kota garam , PT Garam sebagi satu-satunya BUMN yang ada di Sumenep sekarang sudah tidak lagi di Sumenep. Walaupun masih ada sebagian kecil aktivitasnya masih di Kalianget.
Meskipun kejayaannya sudah menjadi masa lalu, tetapi keberadaan PT Garam tetap menjadi ingatan rakyat dan dicatat sejarah Sumenep. Bagi banyak orang terutama petani garam Madura, PT Garam menjadi kenangan pahit yang tidak terlupakan. Dia seperti menjadi musuh bersama. Benturan dan gesekan dengan petani garam Desa Pinggirpapas dan sekitarnya selalu terjadi sepanjang tahun. Saling lapor ke polisi menjadi peristiwa rutin antar kelompok yang bersengketa.
Di tempat itu masih tersisa bekas-bekas kejayaan PT Garam dalam bentuk bangunan kuno yang masih kokoh berdiri –meski sudah sejak lama tidak dipergunakan lagi. Gedung Sentral Garam, Gedung Pendingin, Cerobong Asap dan Pabrik Garam, Pelabuhan, Rumah Kongsi, Rumah Sakit yang sekarang menjadi RSI, Pasar Sattuan, Gedung Bioskop, Gedung Gerak, Lokomotif dan rel Kereta Api, Gardu Listrik sekarang kondisi semua bangunannya sudah compang camping meski secara fisik masih tampak kokoh.
Lantas menjadi pertanyaan besar bagi penulis, bagaimana sikap Pemda Sumenep terhadap kondisi ini, akankah semua hanya akan menjadi sejarah, bagaimana dengan asset-aset PT Garam yang masih tersisa? Apakah tidak ada inisiatif Pemerintah Kab. Sumenep untuk mencoba mengembalikan PT. Garam Ke Sumenep dan mengembangkannya? Semua pertanyaan itu hanya sebuah visi yang mungkin bersifat romantisme sejarah. Tapi sebagai warga yang cinta akan daerahnya perlu kiranya untuk menyampaikan kepada pemerintahnya, sebab saya fikir harapan itu masih ada.
By: sumenep intervisi
SELAMATKAN SENI BUDAYA ASLI SUMENEP MADURA
Keaneka ragaman seni budaya yang dimiliki kabupa sumenep sangatlah banyak dan beraneka ragam. Hal ini tentu menjadi kebanggaan warga masyarakat sumenep madura. Namun dengan perkembangan arus globalisasi nampaknya seni budaya asli sumenep sedikit demi sedikit mulai tergerus oleh perkembangan jaman.
Ntah sudah berapa banyak seni budaya asli sumenep yang sudah punah atau paling tidak berada diambang kepunahan.
Contoh Seni Hadrah Sumenep yang asli yang dikembangkan uleh Ust. Ahmad bin Ta'lab nampaknya saat ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah sumenep. keberadaan dewan hadrah sumenep sudah tidak terdengar lagi gaungnya sejak masjid jamik / agung tidak dikelola oleh pemda. sumenep. bahkan lomba hadrah tradisonal yang biasanya rutin tiap tahun diadakan di masjid jamik, sekarang sudah tidak pernah lagi.
Padahal masih banyak para murid Ust. Ahmad bin Ta'lab yang mencoba mempertahankan pakem seni hadrah sumenep, dengan medirikan perkumpulan hadrah dimana mereka berada.
Sekali lagi sampai kapan mereka mampu bertahan, sementara sekarang sudah banyak seni hadrah yang dicampur dengan alat-alat musik lain, bahkan lagunya sudah tidak mengandung sholawat sama sekali. Untuk itu pemda hendaknya mulai bergerak dengan mendata kelompok-kelompok seni asli sumenep dan melakukan pembinaan kepada mereka.
Bukan hanya seni hadrah tapi semua seni budaya asli yang dimilki kabupaten sumenep hendaknya perlu diselamatkan.
Jangan sampai menunggu mereka punah, atau diambil alih oleh daerah lain atau negara lain. Semoga
by: sumenep intervisi
Ntah sudah berapa banyak seni budaya asli sumenep yang sudah punah atau paling tidak berada diambang kepunahan.
Contoh Seni Hadrah Sumenep yang asli yang dikembangkan uleh Ust. Ahmad bin Ta'lab nampaknya saat ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah sumenep. keberadaan dewan hadrah sumenep sudah tidak terdengar lagi gaungnya sejak masjid jamik / agung tidak dikelola oleh pemda. sumenep. bahkan lomba hadrah tradisonal yang biasanya rutin tiap tahun diadakan di masjid jamik, sekarang sudah tidak pernah lagi.
Padahal masih banyak para murid Ust. Ahmad bin Ta'lab yang mencoba mempertahankan pakem seni hadrah sumenep, dengan medirikan perkumpulan hadrah dimana mereka berada.
Sekali lagi sampai kapan mereka mampu bertahan, sementara sekarang sudah banyak seni hadrah yang dicampur dengan alat-alat musik lain, bahkan lagunya sudah tidak mengandung sholawat sama sekali. Untuk itu pemda hendaknya mulai bergerak dengan mendata kelompok-kelompok seni asli sumenep dan melakukan pembinaan kepada mereka.
Bukan hanya seni hadrah tapi semua seni budaya asli yang dimilki kabupaten sumenep hendaknya perlu diselamatkan.
Jangan sampai menunggu mereka punah, atau diambil alih oleh daerah lain atau negara lain. Semoga
by: sumenep intervisi
Langganan:
Postingan (Atom)

