Keaneka ragaman seni budaya yang dimiliki kabupa sumenep sangatlah banyak dan beraneka ragam. Hal ini tentu menjadi kebanggaan warga masyarakat sumenep madura. Namun dengan perkembangan arus globalisasi nampaknya seni budaya asli sumenep sedikit demi sedikit mulai tergerus oleh perkembangan jaman.
Ntah sudah berapa banyak seni budaya asli sumenep yang sudah punah atau paling tidak berada diambang kepunahan.
Contoh Seni Hadrah Sumenep yang asli yang dikembangkan uleh Ust. Ahmad bin Ta'lab nampaknya saat ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah sumenep. keberadaan dewan hadrah sumenep sudah tidak terdengar lagi gaungnya sejak masjid jamik / agung tidak dikelola oleh pemda. sumenep. bahkan lomba hadrah tradisonal yang biasanya rutin tiap tahun diadakan di masjid jamik, sekarang sudah tidak pernah lagi.
Padahal masih banyak para murid Ust. Ahmad bin Ta'lab yang mencoba mempertahankan pakem seni hadrah sumenep, dengan medirikan perkumpulan hadrah dimana mereka berada.
Sekali lagi sampai kapan mereka mampu bertahan, sementara sekarang sudah banyak seni hadrah yang dicampur dengan alat-alat musik lain, bahkan lagunya sudah tidak mengandung sholawat sama sekali. Untuk itu pemda hendaknya mulai bergerak dengan mendata kelompok-kelompok seni asli sumenep dan melakukan pembinaan kepada mereka.
Bukan hanya seni hadrah tapi semua seni budaya asli yang dimilki kabupaten sumenep hendaknya perlu diselamatkan.
Jangan sampai menunggu mereka punah, atau diambil alih oleh daerah lain atau negara lain. Semoga
by: sumenep intervisi
betul sekali, hendaknya budaya asli madura dinpertahankan,
BalasHapusapalagi hadrah sumenep favorit saya, meski saya org bangkalan, namun saya paling suka hadrah sumenep dibanding aliran hadra2 lain,
karena alunan iramanya yg kaya fariasi alias tidak monoton...
dibanding hadrah lain yg cendrung monoton...