Ada
pertanyaan menarik, benarkah masyarakat desa di kabupaten Sumenep Madura terbelakang..
? Mungkin ada yang menjawab benar, atau mungkin tidak benar bahkan ada yang
menjawab masyarakat desa lebih kritis berfikir dan inovatif.
Ada
pula pertanyaan betulkah masyarakat desa di kabupaten Sumenep memiliki banyak
permasalahan terutama kemiskinan, ada yang bilang betul dengan mendasarkan
kepada laporan data-data angka keluarga miskin mayoritas ada di desa. Tapi apakah
angka-angka itu benar atau jangan-jangan karena pengaruh penentuan kriteria
tingkat kesejahteraan oleh berbagai instansi pemerintah untuk memberikan paket
bantuan sehingga mengakibatkan banyak orang desa di kabupaten Sumenep berbondong-bondang
menyatakan atau dinyatakan dirinya miskin.
Padahal
kalau dilihat dari potensi masyarakat desa di kabupaten Sumenep sangat luar
biasa, dengan banyaknya lahan pertanian, ternak, perkebunan dan hasil laut yang
ada di desa. Tentu apabila dimanfaatkan dengan baik, akan menjadi potensi
masyarakat desa di kabupaten Sumenep dan akan dapat memperbaiki perekonomian
mereka.
Tapi
sungguh sangat disayangkan, sepertinya masyarakat desa di kabupaten Sumenep Madura sudah
diracuni oleh hal-hal yang serba praktis seperti pemberian bantuan social
semisal beras miskin (raskin), Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan
paket-paket pertanian (benih, ternak, pupuk kimia, pestisida, alat-alat
pertanian dan perikanan dll) sehingga kesannya mereka sulit berusaha kalau
tidak ada bantuan, seakan-akan nasib mereka ditentukan oleh orang lain dan lebih
mengharapkan hal-hal yang praktis saja .
Lantas
bagaimana untuk mengubah pola hidup seperti itu? Tentu sangat diperlukan sekali
upaya membangun daya kritis mereka. Selain diberi pengetahuan apa yang menjadi
kelemahannya, mereka pula harus disadarkan bahwa mereka juga memiliki kekuatan.
Apa yang ada disekitar mereka adalah kekuatan mereka, lahan pekarangan mereka bisa
dimanfaatkan untuk tanaman sayuran guna kebutuhan sehari-hari seperti lombok,
tomat, terong, bayam, sawi, seladri dll bahkan lebihnya bisa dijadikan uang
untuk dijual. Demikian pula dengan ternak mereka bisa digunakannya untuk
mengolah lahan baik tenaganya atau kotorannya. Bahkan masyarakat desa di
kabupaten Sumenep yang berada dikepulauan tentu laut yang sangat luas dengan
segala pontensinya dapat dijadikan kekuatan ekonomi mereka.
Metode yang mungkin bisa dianggap efektif yaitu dengan melibatkan masyarakat desa di
kabupaten Sumenep dalam proses monitoring dan evaluasi. Ini menjadi sangat
penting untuk memperbaiki pelaksanaan kegiatan dengan pendekatan pada
keberhasilan yang sudah ada, bukan pada pendekatan masalah. Metode ini
digunakan untuk mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat desa di
kabupaten Sumenep guna mendukung peningkatan pemanfaatan potensi yang ada di
desa.
Dengan
melibatkan partisipasi masyarakat desa dalam proses monitoring dan evaluasi
akan memberikan umpan balik dari apa yang telah dilakukan ataupun yang diamati.
Metode ini akan meningkatkan rasa kepemilikan dan kepercayaan diri masyarakat
desa di kabupaten Sumenep. Sebab belajar dari pengalaman, banyak program paket
bantuan dari instansi terkait dinyatakan gagal karena yang diberikan tidak
dapat digunakan dengan baik. Contoh, paket bantuan modal usaha malah digunakan
untuk hal-hal yang tidak manfaat. Maka apabila metode pendekatan seperti ini
terus dilakukan selain penggunaan anggaran yang tidak efektif juga akan membuat
masyarakat desa tetap bodoh dan miskin.
Untuk
itu kekuatan yang ada dimasyarakat desa di kabupaten Sumenep harus dibangun dan
dijaga agar dapat mendorong lahirnya komitmen bersama guna mencapai kemajuan,
mengatasi ketidakberdayaan, memngejar ketertinggalan dan melawan ketidakadilan.
Jika kondisi tersebut dapat diwujudkan, maka hampir semua rumah tangga tidak ada
lagi yang kekurangan pangan. Karena mereka dapat memperoleh sumber pangan dan penghasilan dari
produksi pemanfaatan lahan pertanian, perkebunan maupun kelautan guna memenuhi
kebutuhan ekonominya secara mandiri.
Berdasarkan
dari beberapa kenyataan diatas, jelas tergambar masyarakat desa di kabupaten
Sumenep sesungguhnya mempunyai kekuatan. Masyarakat desa di kabupaten Sumenep mampu
membangun daya kritisnya guna mengujudkan kehidupanya yang lebih baik, mampu
memenuhi segala kebutuhannya untuk lebih sejahtera.
Untuk
itu sebagai cita-cita terbentuknya masyarakat desa di kabupaten Sumenep menuju masyarakat
desa “perubahan” jelas diperlukan komitmen berbagai pihak yang merasa prihatin
dengan masyarakat desa di kabupaten Sumenep, agar beberapa proses pemberdayaan
betul-betul dilakukan. Jangan malah sebaliknya membuat mereka tidak berdaya
dan masyarakat ditipu. Transparansi dan menanamkan nilai-nilai kejujuran
serta keadilan menjadi hal penting untuk ditempatkan pada posisi yang
paling tinggi. Ini pun akan menjadi teropong yang akan mengarahkan jalannya
kegiatan menjadi lebih baik yang inovatif untuk jangka panjang yang
berkelanjutan dikabupaten ujung timur madura ini. Semoga….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar