Pilkada 2010 Kabupaten Sumenep sudah dekat, euphoria pilkada sedang menggelora. Para calon Bupati sudah mulai “memasarkan” dirinya sebagai calon Bupati yang pas untuk memimpin Pendopo Sumenep. Para pendukung dan penggembira di berbagai partai politik dan simaptisan calon independen sudah melakukan gerakan-gerakan penggalangan baik dana dan suara untuk mendukung para “jago”nya.
Sahabatku, banyaknya baliho bagi mereka yang ingin mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Sumenep yang tersebar di seluruh tempat-tempat yang strategis. Bahkan masih ada juga beberapa calon yang belum memasang baliho tapi sudah muncul diberbagai media cetak dan gambar sebagai sarana sosialisasi dirinya. Semuanya tampil dengan performance yang meyakinkan, gagah dan jauh dari cemberut disertai dengan senyuman manis.
Berbicara tentang senyuman para calon Bupati. Muncul pertanyaan kritis dari penulis, apakah ada hubungan erat senyuman dengan kualitas intelektualitasnya. Apakah tebaran senyuman itu bersumber dan terpancar dari kepemimpinan transformasional yang merupakan dambaan dan harapan seluruh masyarakat Sumenep? Ataukah senyuman para calon Bupati itu otonom seperti layaknya otonomi daerah, terlepas dan berdiri sendiri serta tidak ada kaitannya dengan sumber daya manusianya? Jawabannya bisa: ya atau tidak, mungkin atau tidak mungkin.
Mungkin kalau di Amerika ada alat yang bisa mendeteksi apakah seseorang berkata jujur atau berbohong, tetapi kita di Sumenep belum memiliki alat ukur itu untuk memastikan apakah ada hubungan atau tidak ada hubungan antara senyuman dengan kemampuan seseorang sebagai calon pemimpin. Atau mungkin yang bisa mengetahuinya hanya bagi mereka yang memiliki indera keenam, indera tembus pandang. Tapi sayangnya Allah SWT, tidak memberikan ilmu itu kepada penulis.
Mengamati semua gerakan dan kegiatan dari para calon Bupati Sumenep beserta para partai politik kendaraan mereka dan simpatisan dari calon independen, mungkin rakyat Sumenep perlu diberi tahu dan diberi gambaran yang jelas apa saja tawarkan kepada rakyat Sumenep dan bagaimana mereka akan mewujudkannya. Bukan hanya mesteri senyuman dalam baliho.
Sebagai rakyat, petanyaan-pertanyaan inilah yang ingin penulis peroleh jawabannya pada masa kampanye yang akan datang. Mudah-mudahan dalam waktu yang masih tersisa sampai penulis masuk ke bilik suara, jawaban sudah penulis peroleh dari para calon pemimpin Sumenep. Semoga. By: Sumenep intervisi
itulah yang disebut dengan senyum penuh misteri, artinya senyum itu akan bergandengan dengan tanda "?" yang sangat banyak ?????????
BalasHapus